Dashboard Confessional
Hope dangles on a string
Like slow spinning redemption
Winding in and winding out
The shine of which has caught my eye
And roped me in
So mesmerizing, so hypnotizing I am captivated
(Chorus)
I am Vindicated
I am selfish
I am wrong
I am right
I swear I'm right
I swear I knew it all along
And I am flawed
But I am cleaning up so well
I am seeing in me now the things you swore you saw yourself
So clear
Like the diamond in your ring
Cut to mirror your intentions
Oversized and overwhelmed
The shine of which has caught my eye
And rendered me so isoloated, so motivated
I am certain now that
(Chorus)
So turn
Up the corners of your lips
Part them and feel my finger tips
Trace the moment, fall forever
Defense is paper thin
Just one touch and I'd be in
Too deep now to ever swim against the current
So let me slip away [3x]
So let me slip against the current and let me slip away
(Chorus)
Slight hope It dangles on a string
Like slow spinning redemption...
Thursday, June 16, 2005
Thursday, May 26, 2005
mimpi kehilangan sayapnya
di sebuah sore yang tak begitu istimewa, kudengar sesuatu menabrak jendela
di kaki jendela itu, di tepian kolam terlihat sesosok tubuh mungil
"kenapa kau?" tanyaku
"aku kehilangan sayapku" jawabnya
"siapa namamu?" tanyaku lagi
"aku Mimpi"
kenapa wajahnya begitu sendu, pikirku waktu itu.
lalu entah bagaimana, kami mulai bicara panjang lebar.
tentang aku, tentang dia, tentang dunia.
"kenapa sayapmu bisa hilang?" akhirnya meluncur dari mulutku
"karena kau" jawabnya, matanya yang bening itu menusuk jiwaku
"aku?"
"ya, kau"
lalu dia memalingkan muka kearah kolam , memperhatikan lebah yang hinggap sejenak diatas teratai.
"kau berhenti percaya padaku," katanya lagi.
"aku tak berhenti percaya padamu, aku hanya lupa bagaimana wajahmu," kataku
"sekarang kau ingat?"
"ya," kataku sambil mencoba membaca wajahnya
"lalu kenapa aku masih kehilangan sayapku?" tanyanya
kami berdua terdiam.
"mungkin karena aku takut membiarkanmu terbang lagi" jawabku
ia menolehkan kepalanya, menusukku sekali lagi dengan tatapannya, lalu tertunduk dan berkata, "atau mungkin... karena aku tak tahu harus terbang kemana."
di kaki jendela itu, di tepian kolam terlihat sesosok tubuh mungil
"kenapa kau?" tanyaku
"aku kehilangan sayapku" jawabnya
"siapa namamu?" tanyaku lagi
"aku Mimpi"
kenapa wajahnya begitu sendu, pikirku waktu itu.
lalu entah bagaimana, kami mulai bicara panjang lebar.
tentang aku, tentang dia, tentang dunia.
"kenapa sayapmu bisa hilang?" akhirnya meluncur dari mulutku
"karena kau" jawabnya, matanya yang bening itu menusuk jiwaku
"aku?"
"ya, kau"
lalu dia memalingkan muka kearah kolam , memperhatikan lebah yang hinggap sejenak diatas teratai.
"kau berhenti percaya padaku," katanya lagi.
"aku tak berhenti percaya padamu, aku hanya lupa bagaimana wajahmu," kataku
"sekarang kau ingat?"
"ya," kataku sambil mencoba membaca wajahnya
"lalu kenapa aku masih kehilangan sayapku?" tanyanya
kami berdua terdiam.
"mungkin karena aku takut membiarkanmu terbang lagi" jawabku
ia menolehkan kepalanya, menusukku sekali lagi dengan tatapannya, lalu tertunduk dan berkata, "atau mungkin... karena aku tak tahu harus terbang kemana."
Tuesday, May 17, 2005
the aviator
kemaren baru nonton the aviator.. keren. mustinya dapet best picture tuh. the movie's great, and it's about time martin scorsese's got one oscar for best picture in his pocket, dontcha think? on the other hand. kayaknya si leonardo dicaprio lagi menebus dosanya bermain di film titanic :D. oh, and kate beckinsale is so damn hot! :|
Thursday, March 10, 2005
barusan dapat sms dari Anggit, adiknya Angga, katanya Angga udah melek, tadi dipanggil namanya juga udah noleh, udah ngerespon. Alhamdulillah... kondisinya udah lebih stabil. semoga operasinya bisa cepet dilaksanain dan berhasil dengan baik :)
Wednesday, March 09, 2005
tribute to a friend
Ardzuna "angga" Sinaga
Kemarin di kereta dalam perjalanan ke jakarta, tiba2 gua kebangun sama satu suara sms dari hape gua. SMS dari Kandi, isinya:
"Bal, Angga masuk ICU Borromeus. Pendarahan otak. Blm sadar. Bisa tlg jengukin. Salam dari gw bilang. Thx"
Pertama-tama gua bingung merespon SMS ini, pendarahan otak? Parah dong? Belum sadar. Masak sih? Angga kan sehat-sehat aja, kemarin dia baru SMS gua ngajakin renang. Susah percaya sama SMS itu. Tapi ternyata seberapa susahnya pun untuk dipercaya, SMS dari Kandi memang bener-bener terjadi. Angga, Ardzuna Sinaga, salah satu temen seangkatan gua yang paling deket emang masuk RS Borromeus karena pendarahan di salah satu bagian otaknya. Kenapa? Kecelakaan? Apa sebabnya?
Sampai di Jakarta, dari beberapa sumber, gua dapet info kejadian collapse nya Angga. Sekitar jam 1 siang, Angga collapse di ITB, kehilangan kesadaran, terus dibawa ke RS sama temennya (Laksmi). Beberapa hari sebelumnya memang Angga bepergian keluar kota (keluar pulau lebih tepat mungkin), selain itu, studi S2-nya juga lagi sibuk-sibuknya, selain itu dia juga bekerja sebagai co-manager cafe Winart, dan sedang dalam tahap membuka kantor sendiri. Angga memang bisa dibilang workaholic, tapi tetep aja, gaya hidup Angga adalah termasuk yang lumayan sehat di angkatan gua. Angga gak ngerokok, rajin olahraga (sementara gua ngerokok dan jarang olahraga).
Setelah kemarin malam dapat kabar demikian, gua buru2 beli tiket untuk balik ke Bandung besok paginya (hari ini), begitu sampai stasiun, langsung ke Borromeus untuk menjenguk Angga. tapi seperti kemarin malam, belum ada orang yang diperbolehkan menjenguk kecuali sanak saudara dan keluarga dekatnya. Jadi akhirnya gua ngobrol sama Anggit, adiknya Angga, dan kedua orangtua Angga. Gak ada yang gak kaget dengan kejadian ini. Kedua orangtua Angga pun kaget karena Angga gak pernah mengeluhkan apa-apa ke mereka. Dari Anggit gua tau bahwa kemungkinan Angga akan dioperasi besok, setelah ngobrol beberapa saat dengan keluarga Angga gua balik ke kantor untuk kerja.
Sekitar jam 12 siang, Anggit SMS, keadaan Angga, walaupun masih koma, udah stabil dan gak kejang lagi, jadi insya Allah jadi dioperasi besok. Amin, pikir gua, gua SMS balik ke Anggi, sekalian titip kalau ada kabar lain mengenai Angga, gua bisa dikasih tau.
Sorenya, sekitar jam 6 Esti ngasih tau gua, Angga kejang lagi, tangannya yang tadinya sempat menghangat, jadi dingin lagi. Keputusan jadi tidaknya Angga dioperasi ditunda sampai malam ini atau besok pagi. Untuk siapapun yang baca ini, tolong doain Angga juga biar kondisinya stabil, dan operasinya bisa berjalan dengan lancar dan sukses..
anyway... point gua nulis panjang lebar ini adalah... hmm.. mungkin gak ada juga pointnya, gua cuma pingin bagi2 aja cerita ini, dan minta tolong doa untuk Angga biar krisisnya cepet lewat, dan dia bisa sembuh seperti sediakala. Angga yang gua kenal adalah Angga si petarung, Angga yang gak kenal nyerah. Apapun hasil akhirnya nanti, gua tau, Angga pasti udah berusaha sekuat-kuatnya untuk ngelewatin kejadian ini. Kita temen-temen loe disini selalu ngedoain kesembuhan elo Ngga.
Tuesday, March 08, 2005
is like
an artist without a muse
is like
a song without any tune
is like
an art without passion
is like
a story with no beginning
is like
a flower with no color
is like
a lover without love
is like
daytime without sunlight
is like
a pen with no ink
is like
a lock without a key
is like
a butterfly without wings
is like
food without salt
is like
a king with no follower
is like
a the sun without the earth
is like
a knife with no edge
is like..
is like
a song without any tune
is like
an art without passion
is like
a story with no beginning
is like
a flower with no color
is like
a lover without love
is like
daytime without sunlight
is like
a pen with no ink
is like
a lock without a key
is like
a butterfly without wings
is like
food without salt
is like
a king with no follower
is like
a the sun without the earth
is like
a knife with no edge
is like..
Subscribe to:
Posts (Atom)